Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Makalah Minyak jarak sebagai biodisel

Share this history on :
BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah

Sikap konsumtif masyarakat di era globalisasi ini semakin merajalela khususnya dalam pemakaian bahan bakar minyak dari fosil. Apabila sikap ini terus dilakukan , kemungkinan besar 5 tahun atau seterusnya bahan bakar fosil akan habis. Dan dari sikap konsumtif terhadap bahan bakar fosil tersebut juga dapat berdampak bagi kelangsungan hidup manusia di bumi dan masa depan generasi muda di dunia contohnya, dari segi transportasi. Apabila bahan bakar fosil habis, bagaimana cara kita mengoperasikan alat tranportasi yang kita miliki ?
Alat transportasi sangat bergantung sekali dengan keberadaan bahan bakar fosil yang sekarang mulai menipis persediaannya.Mengetahui hal itu, mari kita menghimbau kepada masyarakat, khususnya para genrasi muda untuk mengurangi sikap konsumtif menggunakan bahan bakar minyak fosil.

Generasi dan para ahli seharusnya memikirkan mensosialisasikan tentang penggunaan energi alternative yang dapat menggantikan posisi bahan bakar minyak fosil yang mulai menipis persediaannya di dalam bumi ini. Hal tersebut dikemukakan dalam seminar Konferensi Energi Nasional Mahasiswa Indonesia (KENMI) 2009 yang diadakan di Kampus Institut Teknologi Bandung. Seminar yang diikuti perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di 14 provinsi ini dihadiri Sekretaris Jendral Dewan Energi Nasional Novian M. Thaib, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Lambok Hutasoit, serta pengamat energi Prof. Widjajono Partowidagdo dan Sugiharto. Menurut Lambok yang juga Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, jika tidak peningkatan cadangan minyak terbukti, Indonesia hanya akan bisa mandiri energi (BBM) paling lama di 2014 mendatang. Ini mengingat tingginya kebutuhan BBM di tanah air. KetuaSteering Commitee The Indonesia Economic Intellegence yang juga adalah mantan Menteri BUMN, Sugiharto, mengungkapkan, pemborosan energi nasional dipicu pula gaya hidup yang konsumtif dari masyarakat. Kita harus mengubah paradigma bahwa energi (BBM) itu mahal dan langka. Novianto membenarkan, masyarakat di Indonesia termasuk yang terboros dalam hal pemanfaatan BBM. Perbandingan elastisitasnya adalah 1,84, jauh lebih boros dari Jepang dan Amerika Serikat, ucapnya. Jepang misalnya, koefesien elastisitasnya hanya 0,10. Untuk meningkatkan per 1 USD GDP (produk domestik bruto), masyarakat kita butuh 1,84 kali lipat energi BBM, ucapnya.

Di sisi lain, pengembangan energi alternatif saat ini belum memadai. Murahnya harga BBM mengakibatkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap energi fosil. Menurut Widjajono, pengajar dari Perminyakan ITB yang juga anggota Dewan Energi Nasional, dilihat secara ekonomis dan kajian tata niaga, energi alternatif tidak mungkin bisa berkembang saat ini. Selama BBM lebih murah, itu akan selalu demikian. Harusnya energi alternatif ini yang mendapat subsidi, karena langka, harusnya dibalik, BBM yang jadi alternatif energi, tuturnya.
Dalam kerangka mendorong kemandirian energi inilah perwakilan mahasiswa dari 14 provinsi ini dikumpulkan. Ada 21 paper kajian pemanfaatan energi (terbarukan) yang disesuaikan kebijakan daerah dan feasibilitasnya, ucap Ketua Panitia KENMI 2009, Arif Rohman. Dari acara ini diharapkan muncul rekomendasi mahasiswa tentang pola kemandirian energi.

Menurut Presiden Keluarga Mahasiswa ITB Shana F. Sukarsono, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian energi, setidaknya di tingkat lokal (daerah) dari masingmasing peserta, yaitu kemandirian energi yang hidup dalam kultur kita, ucapnya. Di beberapa daerah, kemandirian energi ini diwujudkan antara lain lewat listrik bertenaga kincir air (mikrohidro), pemanfaatan minyak jarak dan gasifikasi sekam.
Berdasarkan masalah yang diungkapkan di atas, maka penulis membuat karya tulis ini yang berjudul “Minyak jarak sebagai biofuel”.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas kami mengambil rumusan masalah :
1. Bagaimana cara memanfaatkan biji jarak menjadi biofuel
2. Apa manfaat biji jarak untuk kehidupan sehari- hari

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan umum :
-    untuk mengetahui pengertian biofuel
-    untuk mengetahui pengertian biji jarak
Tujuan khusus :
-    untuk mengetahui manfaat biji jarak untuk menjadi bahan bakar alternatif pengganti BBM

1.4 Manfaat penelitian

    Agar pembaca dan penulis mengetahui manfaat biji jarak
    Agar pembaca dan penulis mengetahui cara mengolah biji jarak untuk dijadikan biofuel
    Agar pembaca dan penulis mengurangi sikap konsumtif dengan mencari alternative (biofuel)

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1.  Tanaman Jarak

2.1.1 Pengertian

Tanaman jarak (Jatropha curcas L.) dikenal sebagai jarak pagar, adalah tumbuhan liar setahun (annual) dan biasa terdapat di hutan, tanah kosong, di daerah pantai, namun sering juga dikembangbiakkan dalam perkebunan. Tanaman ini tergolong tanaman perdu, memiliki daun tunggal menjari antara 7–9, berdiameter 10– 40 cm. Sebutan untuk pohon jarak di Indonesia berbeda beda di setiap daerah. Di Sumatera, jarak dikenal dengan nama dulang, ada juga yang menyebutnya dengan gloah, sedangkan di Madura, jarak disebut dengan kalek.

2.1.2 CiriCiri Batang, Daun, dan Buah

Jarak memiliki batang berbentuk bulat licin, berongga, berbukubuku jelas dengan tanda bekas tangkai daun yang lepas. Warna tumbuhan hijau bersemburat merah, sedangkan daunnya tumbuh berseling berbentuk bulat dan ujungnya sedikit runcing. Biasanya daun jarak berwarna hijau tua pada permukaan atas dan hijau muda pada bagian permukaan bawah. Buahnya berbentuk bulat dan berkumpul pada tandan, namun ada juga yang bentuknya sedikit lonjong yang dapat ditemukan pada tumbuhan jarak di daerah Bali.
Daun jarak pagar juga mengandung flavanoid dan apigenin. Selain komponen tersebut, daun jarak pagar juga mengandung dimer dari triterpen alkohol (C63H117O9) dan dua flavanoid glikosida.

2.1.3 Manfaat Tanaman Jarak

Bagian tanaman jarak yang dapat dimanfaatkan adalah biji, akar, daun dan minyak dari bijinya. Bagian daun digunakan sebagai obat untuk penyakit koreng, eczema, gatal (pruritus),batuk sesak dan hernia. Bagian akar digunakan untuk rematik sendi, tetanus, epilepsy, bronchitis pada anak-anak, luka terpukul, TBC kelenjar dan schizophrenia (gangguan jiwa). Bagian biji digunakan untuk mengurangi kesulitan buang air besar (konstipasi), kanker mulut rahim dan kulit (carcinoma of cervix and skin), visceroptosis/gastroptosis, kesulitan melahirkan dan retensi plasenta/ari-ari, kelumpuhan oton muka, TBC kelenjar, bisul, koreng, scabies ,infeksi jamur dan bengkak. Berikut ini juga manfaat-manfaat buah jarak :

     Demam tinggi pada anak dapat diobati dengan meletakkan borehan daun jarak yang telah diremas di sekitar pusar
     Sakit perut dan diare dapat diobati dengan daun jarak yang sebelumnya diberi minyak kelapa dipanaskan sebentar di bara api. Tempelkan dalam keadaan hangat di perut.
     Obat gatal kulit termasuk koreng, jamur, bisul dan luka berdarah dapat disembuhkan dengan minyak jarak.
     Minyak jarak juga baik digunakan untuk urut bagian tubuh yang terkilir dan mengurangi pembengkakan.
     Untuk mengatasi sembelit, daun jarak bisa digunakan sebagai obat pencahar.
      Getah jarak bersifat antimikroba dan dapat digunakan untuk mengatasi sakit gigi karena gigi berlubang.

Minyak jarak dihasilkan dari biji buah jarak dengan proses ekstraksi menggunakan mesin pengepres atau menggunakan pelarut. Crude bio oil dihasilkan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut dan kemudian dilanjutkan dengan proses pirolisis, dan untuk menghasilkan modified bio oil dilanjutkan dengan proses partial cracking. Modified bio oil dapat digunakan sebagai bahan substitusi minyak tanah (Suara Pembaruan, 2005). Bahan bakar biji jarak ini dapat digunakan sebagai alternatif sumber energi yaitu sebagai pengganti bahan bakar solar, sehingga bias digunakan untuk mobil dengan mesin diesel, mesin penggilingan beras dan kapal-kapal nelayan . Minyak jarak dan turunannya digunakan dalam industri cat, varnish, lacquer, pelumas, tinta cetak, linoleum, oil cloth dan sebagai bahan baku dalam industri-industri plastic dan nilon. Dalam jumlah kecil minyak jarak dan turunannya juga digunakan untuk pembuatan kosmetik, semir dan lilin (Ketaren, 1986). Sebelum digunakan untuk berbagai keperluan, minyak jarak perlu diolah lebih dahulu. Pengolahan ini meliputi dehidrasi, oksidasi, hidrogenasi, sulfitasi, penyabunan dan sebagainya. Pengolahan tersebut mengakibatkan perubahan sifat fisiko-kimia minyak jarak (Ketaren, 1986).
2.2 Minyak Jarak

      2.2.1 Pengertian
   Minyak jarak adalah minyak nabati yang diperoleh dari ekstraksi biji tanaman jarak (Ricinus communis). Dalam bidang farmasi dikenal pula sebagai minyak kastroli. Minyak ini serba guna dan memiliki karakter yang khas secara fisik. Pada suhu ruang minyak jarak berfasa cair dan tetap stabil pada suhu rendah maupun suhu sangat tinggi. Minyak jarak diproduksi secara alami dan merupakan trigliserida yang mengadung 90% asam ricinoleat. Minyak jarak juga merupakan sumber utama asam sebasat, suatu asam dikarboksilat.

Pemanfaatan minyak jarak dan turunannya (derivat) sangat luas dalam berbagai industri: sabun, pelumas, minyak rem dan hidrolik, cat, pewarna, plastik tahan dingin, pelindung (coating), tinta, malam dan semir, nilon, farmasi (1% dari total produk dunia), dan parfum. Racun ricin merupakan produk sampingan dari proses pengolahan minyak jarak. Sebagai bahan farmasi, minyak jarak atau minyak kastroli (nama yang redundan!) digunakan untuk menetralisasi rasa kembung (konstipasi) dan merangsang pemuntahan. Konsumsi tinggi (di bawah dosis letal) minyak ini pada perempuan yang siap melahirkan dapat menginduksi persalinan. Minyak jarak juga memiliki sejarah kelam dalam bidang politik karena digunakan oleh rezim fasis Italia yang dipimpin diktator Benito Mussolini untuk menyiksa penentang-penentangnya di era Perang Dunia II.

       2.2.2 Sifat Fisik dan Kimia Minyak Jarak
    Minyak jarak mempunyai rasa asam dan dapat dibedakan dengan trigliserida lainnya karena bobot jenis. Kekentalan (viskositas) dan bilangan asetil serta kelarutannya dalam alkohol nilainya relatif tinggi. Minyak jarak larut dalam etil alcohol 95% pada suhu kamar serta pelarut organik yang polar, dan sedikit larut dalam golongan hidrokarbon alifatis. Nilai kelarutan dalam petroleum eter relative rendah, dan dapat dipakai untuk membedakannya dengan golongan trigliserida lainnya.
Kandungan tokoferol relatif kecil (0.05%), serta kandungan asam lemak essensial yang sangat rendah menyebabkan minyak jarak tersebut berbeda dengan minyak nabati lainnya (Ketaren, 1986). Sifat fisik dan kimia minyak jarak dapat dilihat pada Tabel 3. Sebagai alternatif bahan bakar minyak, maka minyak biji jarak sudah memenuhi syarat ideal sebuah bahan bakar, yaitu nilai kalorinya 35,58 MJ/kg, bilangan asam 3,08 mg KOH/g, titik nyala 290oC, viskositas 50,80 cSt dan densitas 0,0181 g/cm3
Minyak jarak Jatropha curcas L berwarna kuning bening, memiliki bilangan iodine tinggi yaitu 105,2 mg yang berarti kandungan minyak tak jenuhnya sangat tinggi, terutama terdiri atas asam oleat dan linoleat yang mencapai 90% (Trubus, 2005). Minyak jarak pagar (jatropha) mempunyai ikatan rangkap sehingga viskositasnya rendah (encer), sedangkan minyak jarak ricinus (Ricinus communis), tidak memiliki ikatan rangkap dan mempunyai gugus OH sehingga minyaknya lebih kental. Pada suhu 25oC viskositas minyak jarak ricinus mencapai 600-800 cP dan pada suhu 100oC  mencapai 15-20 cP, sehingga minyak jarak ricinus sesuai untuk digunakan sebagaipelumas (Trubus, 2005). Minyak jarak ricinus mengandung asam risinoleat yang sangat tinggi yaitu 89,5%, juga ngandung asam lemak linoleat 4,2%, asam oleat 3,0%, asam stearat 1,0%. Asam risinoleat mempunyai nilai saponifikasi 186, nilai wijs iodine 89 dan titik leleh 5,5oC (Trubus, 2005).

2.3 Biodiesel

    2.3.1 Pengertian Biodiesel
 Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono--alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan. Biodiesel dapat digunakan sebagai bahan bakar pada mesin yang menggunakan diesel sebagai bahan bakarnya tanpa memerlukan modifikasi mesin. Biodiesel tidak mengandung petroleum diesel atau solar Sebuah proses dari transesterifikasi lipid digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam lemak bebas. Setelah melewati proses ini, tidak seperti minyak sayur langsung, biodiesel memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan diesel (solar) dari minyak bumi, dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah belerang yang rendah pelumas.
Dia merupakan kandidat yang paling dekat untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi utama dunia, karena ia merupakan bahan bakar terbaharui yang dapat menggantikan diesel petrol di mesin sekarang ini dan dapat diangkut dan dijual dengan menggunakan infrastruktur sekarang ini. Penggunaan dan produksi biodiesel meningkat dengan cepat, terutama di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia, meskipun dalam pasar masih sebagian kecil saja dari penjualan bahan bakar. Pertumbuhan SPBU membuat semakin banyaknya penyediaan biodiesel kepada konsumen dan juga pertumbuhan kendaraan yang menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.

     2.3.2 Keunggulan Biodiesel

     Mengurangi Emisi dari mesin dan ramah lingkungan
Emisi dari mesin bermotor sangatlah berbahaya bagi kehidupan di dunia ini. Apalagi, manusia di muka bumi ini masih cenderung memakai bahan bakar yang menghasilkan emisi yang sangat besar seperti karbonmonoksida,partikel, sulfur dioksida dan karbon total. Maka dari itu marilah kita beralih mengonsumsi bahan bakar yang lebih aman bagi kehidupan dan bahan bakar tersebut yaitu biodiesel. Penggunaan biodiesel ini dapat mengurangi emisi mesin karena tingkat toksisitasnya 10x lebih rendah dari garam dapur dan tingkat biodegrabilitanya sama dengan glukosa sehingga biodiesel ini ramah lingkungan dan cocok digunakan di perairan untuk bahan bakar kapal/motor. Biodiesel tidak menambah efek rumah kaca seperti halnya petroleum diesel karena karbon yang dihasilkan masih dalam siklus karbon. Di samping itu, biodiesel tidak mengandung sulfur dan senyawa bensen yang karsinogenik, sehingga biodiesel merupakan bahan bakar yang lebih bersih dan lebih mudah ditangani dibandingkan dengan petroleum diesel.

     Dapat diperbaharui
Memanfaatkan bahan bakar fosil secara terus –menerus bukan lah sikap yang tepat dikarenakan bahan bakar fosil tersebut ketersediaannya sangat terbatas dan apabila bahan bakar fosil itu habis, maka kita pun harus menunggu berpuluh-puluh tahun bahkan berjuta-juta tahun. Dan apabila bahan bakar itu habis , itu akan menggangu aktivitas manusia di muka bumi ini. Maka dari itu, manusia seharusnya mencari bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui seperti biodiesel. Biodiesel terbuat dari biji jarak yang penanamannya sangat mudah dan dapat dilakukan secara terus-menerus.
Sehingga, kita dapat mengkonsumsi biodiesel secara terus-menerus bahkan tiada batas karena apabila biodiesel habis, kita dapat mendapatkannya kembali dengan mudah dan sangat cepat tidak seperti bahan bakar fosil.

     menurunkan ketergantungan suplai minyak dari negara asing yang harganya selalu berfluktuasi dan terus meningkat
     meningkatkan nilai produk pertanian Indonesia
     Angka setan (cetane number) dan flash point yang tinggi
     Meningkatkan pengapian dan daya tahan mesin

2.4 Cara pengolahan biji jarak menjadi biodiesel

Dalam proses pengolahan biji jarak menjadi biodiesel, dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu :

1. Proses Pembuatan Crude Jatropha Oil (CJO)
Biji jarak dibersihkan dari kotoran dengan cara dicuci secara manual atau masinal (dengan mesin).  Biji direndam sekitar 5 menit di dalam air mendidih, kemudian ditiriskan sampai air tidak menetes lagi. - Biji dikeringkan dengan menggunakan alat pengering atau dijemur di bawah matahari sampai cukup kering, kemudian biji tersebut dimasukkan ke dalam mesin pemisah untuk memisahkan daging biji dari kulit bijinya. - Daging biji yang telah terpisah dari kulitnya, digiling dan siap untuk dipres. Lama tenggang waktu dari penggilingan ke pengepresan diupayakan sesingkat mungkin untuk menghindari oksidasi. - Proses pengepresan biasanya meninggalkan ampas yang masih mengandung 7 – 10 % minyak. Oleh sebab itu, ampas dari proses pengepresan dilakukan proses ekstraksi pelarut, sehingga ampasnya hanya mengandung minyak kurang dari 0,1% dari berat keringnya. Pelarut yang biasa digunakan adalah pelarut n – heksan dengan rentang didih 60 – 70 0C. Tahap ini menghasilkan Crude Jatropha Oil (CJO), yang selanjutnya akan diproses menjadi Jatropha Oil (JO).


2. Proses Pembuatan Biodiesel

a.    Reaksi Esterifikasi
CJO mempunyai komponen utama berupa trigliserida dan asam lemak bebas. Asam lemak bebas harus dihilangkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu reaksi pembuatan biodiesel (reaksi transesterifikasi). Penghilangan asam lemak bebas ini dapat dilakukan melalui reaksi esterifikasi. Secara umum reaksi esterifikasi adalah sebagai berikut : (Klik di sini) Pada reaksi ini asam lemak bebas direaksikan dengan metanol menjadi biodiesel sehingga tidak mengurangi perolehan biodiesel. Tahap ini menghasilkan Jatropa Oil (JO) yang sudah tidak mengandung asam lemak bebas, sehingga dapat dikonversi menjadi biodiesel melalui reaksi transesterifikasi.
b.    Reaksi Transesterifikasi
Reaksi transesterifikasi merupakan reaksi utama dalam pembuatan biodiesel. Pada reaksi ini, trigliserida (minyak) bereaksi dengan metanol dalam katalis basa untuk menghasilkan biodiesel dan gliserol (gliserin). Sampai tahap ini, pembuatan biodiesel telah selesai dan dapat digunakan sebagai bahan bakar yang mengurangi pemakaian solar.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Setelah menyimak uraian diatas,terungkaplah bahwa jarak pagar itu ternyata mempunyai manfaat dan nilai ekonomis yang luar biasa. Selain dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti diare, kadas dan lain sebagainya, jarak juga dapat diolah menjadi biodiesel.

3.2 Saran

     Sebaiknya untuk masyarakat, khususnya pengendara bermotor untuk tidak bersikap konsumtif terhadap pemakaian bahan bakar fosil yang ketersediaannya sudah sangat terbatas.

     masyarakat seharusnya mulai memikirkan alternatif lain sebagai pengganti bahan bakar fosil.

     Masyarakat sebaiknya lebih memilih bahan bakar yang ramah lingkungan seperti biodiesel

     Para petani sebaiknya dapat mebudidayakan tanaman jarak di lahannya karena dari tanaman jarak memiliki nilai ekonomis yang tinggi

     Pemerintah sebaiknya mengurangi kegiatan import bahan bakar fosil dari luar dan memberi penyuluhan kepada para masyarakat terutama para petani tentang manfaat jarak pagar

DAFTAR PUSTAKA

http://www.indobiofuel.com/biodiesel utama.php
http://id.wikipedia.org/wiki/Jarak_pagar
http://www.blue.co.id/Biodiesel.htm
http://41kotak.blogspot.com/2010/12/proses-pembuatan-biodiesel-dari-tanaman.html
http://www.anneahira.com/manfaat-buah-jarak.htm
Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : youremail@gmail.com.
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

2 comments:

Woles Media mengatakan...

mantep makalahnya nih gan

Ahmad Nur Kurniawan mengatakan...

infonya menarik dan sangat keren abis sob. kunjungi balik ke blog saya www.ankurniawan.blogspot.com

Posting Komentar